Reginaphoenix’s Weblog

Cuma Orat Oretnya Seorang Regin

Jakarta People, Becareful When You Want to Take A Bus!

terminal-blok-m1

That title is absolutely not a joke. I write this article after i ride my motorcycle from Al-Azhar to my office in Manggarai. It’s quite a long journey, about half an hour i think. for about that long, i’ve been seen the most reckless bus driver. This bus called P67 – it takes people from Blok M to Senen, which is mean it has the same way with me. For you guys out there who want to take this bus, you should remember the police number of the bus which is B 7496 TZ. If you seen this bus, don’t take it!! please no!

The driver, for God shake almost killed everybody in that bus, including people arounds it. during its journey, the driver doesn’t care about any motorcycles or even cars around his bus. He drove that bus in the middle of the road, and when there was a passanger who stop this bus from the sidewalk, the driver suddenly turn to the sidewalk forcefully. This action makes people who drove near the sidewalk suprised and suddenly take a brake including me.

moreover the driver of this bus drove the bus with the high speed. Luckily at that time there was no accident arounds that bus, but i’m still worried with this bus. the driver could be killed everyone! i admitted every public transportations in Jakarta are reckless. But you can imagine, this bus is more reckless than ussual. it’s very frightening when we know that there are people who can killed us because of his behave.

government must do something. they had to publish a kind of rules for public transportation drivers. My God, looking they drove the bus, it’s very scary you know? it’s very dangerous. Please, anyone out there, just be careful when you want to take a public transportations in Jakarta.

November 14, 2008 Posted by reginaphoenix | Uncategorized | | 1 Comment

Zuhal, Profesor yang “Menjual” Pendidikan

zuhal

Hari ini saya bertemu dengan Bapak Zuhal, Rektor Universitas Al-Azhar. Cukup lama waktu yang harus saya lewati dengan menunggu di ruangan sekretarisnya karena dia sedang rapat pada saat itu. Pak Ridwan, sang sekretaris mengatakan bahwa dia harus melayat karena ada guru besar yang meninggal dunia. Waktu Pak Ridwan mengatakan hal itu, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Gosh..aku pikir ngga mungkin aku bisa wawancara ama dia kalo kaya gini..

Tapi ternyata ngga tuch. pas pukul setengah 2 siang, Pak Zuhal selesai rapat, tapi dengan ramahnya dia menyambut aku dan menggiringku ke dalam kantornya. Walaupun dalam kondisi sibuk bukan main, dia mengatakan wawancaranya santai aja ngga perlu buru-buru. Alhasil saya berhasil mewawancarai dia hingga kurang lebih satu jam.

yang unik dari Bapak yang satu ini, dia menganggap bahwa pendidikan memang tidak murah, maka dari itu pendidikan memang harus dikelola seperti layaknya perusahaan. Maka dari itu universitas Al-Azhar punya tagline “interpreneur university”. Maksudnya adalah, universitas ini dikelola seperti layaknya sebuah perusahaan. Jadi universitas itu dimiliki oleh para pemegang saham yang terdiri dari yayasan, individual dan pendonor. Namun yang jelas pengelolaan ini bukan berarti berorientasi pada keuntungan. maka dari itu setiap keuntungan digunakan untuk kemajuan pendidikan (klise banget ya book!)

tapi boleh laaah..pemikiran-pemikiran kaya gini nie, yang menurut saya harus ditanamkan kepada penduduk Indonesia. Untuk menjadi pintar tidaklah murah, jadi jika ingin mendapatkannya maka harus mencari jalan untuk mencari duit supaya bisa dapet pendidikan. Hal ini menurut profesor Zuhal ngga bener juga, untuk orang-orang yang benar benar ngga mampu itu seharusnya urusan pemerintah. Jadi, universitas-universitas yang ada sekarang seharusnya bisa mandiri, nah dana yang dialokasikan kepada universitas itu baru diberikan kepada yang ngga mampu. Biar ngga salah sasaran.

selama ini orang2 indonesia malah menginginkan pendidikan semurah-murahnya ampe kalo bisa gratis. Ini kan ngga bener. kalo setiap universitas dikasie subsidi, maka yang menikmati itu orang2 yang mampu juga. pada akhirnya malah manja, mereka ngga tau seberapa besar sebenarnya harga yang harus mereka bayar untuk pendidikan tersebut.

Untung saja ada orang seperti Pak Zuhal ini, yang mendirikan universitas Al-Azhar dengan berusaha mencari rekanan untuk pengelolaan kampusnya, bukannya menggantungkan ke pemerintah lagi – pemerintah lagi..akibatnya kan universitas ini hanya dihuni ama orang2 tajir. tapi ternyata ngga juga, dia juga mengalokasikan beasiswa khusus buat orang2 yang tidak mampu. Jadi, sebenarnya Indonesia ini harus mandiri biar jangan menyalhkan pemerintah doank. Otak-otak pecundang yang hanya ingin diurusin bukannya berdiri sendiri dan cari akal agar semua bisa berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah.

Zuhal mengatakan jika hal ini dipertimbangkan sebagai komersialisasi pendidikan maka hal itu salah, karena orientasinya bukan pada keuntungan, tapi peningkatan kualitas lulusan mahasiswanya. Hal ini lah yang mencegah AUaI menjadi kampus yang menjual pendidikan

November 12, 2008 Posted by reginaphoenix | tulisan | | 1 Comment

Udin, Anak Jalanan Penyelamatku

Kadang seseorang lupa betapa beruntungnya mereka hidup di dunia ini. Mereka terlalu terlena dengan rezeki yang telah diberikan Tuhan sepanjang hidupnya. Mereka tidak pernah berpikir dengan kehendaknya semua yang mereka miliki bisa saja musnah. Dan aku yakin bahwa orang-orang seperti itu tidak akan sanggup menahannya. Aku termasuk di dalam orang-orang tersebut.

            Aku selalu mengeluh, ya Tuhaan…kenapa kerjaanku sebegini sulitnya?? Ya Tuhan kenapa atasanku tidak mengerti posisiku? Ya Tuhaan..kenapa begitu sulitnya Kau beri cobaan ini? Aku selalu menyalahkan Tuhan tanpa berpikir bahwa aku bisa tidur di tempat yang nyaman, aku bisa makan makanan yang layak, aku bisa menikmati nikmatnya kesehatan yang diberi..tidak terpikir sedikit pun bahwa seharusnya aku bersyukur kepadaNya atas nafas yang diberikan.

            Baru saja kemarin, aku merasakan bahwa hidupku sangat kacau karena diomelin atasan, kerjaan tidak pernah beres, ngerasa sebagai pecundang dan tidak berguna. Baru saja kemarin aku tidak mensyukuri hidup yang diberikanNya kepadaku. Baru saja kemarin aku ngambeg kepadaNya, tidak mau lagi memohon kepadaNya. Baru saja kemarin aku merasa tidak beharga sebagai manusia.

            Tetapi memang Dia masih sayang kepadaku. Dia masih menegurku dan memberi tahu dengan caranya sendiri. Hari ini, aku mengalami hal yang luar biasa. Terima kasih kepada Udin, anak mungil yang jadi perantaraNya. Terima kasih banyak, aku berhutang kepadanya.

            Cerita berawal tadi sore, ketika aku pulang dari kantor. Keadaanku sangat kacau. Pekerjaan yang tidak aku kuasai, kemudian pacar yang mulai gerah terhadap gerak gerikku. Ketika aku merasa tidak mempunyai sedikitpun dari kehidupanku yang aku bisa syukuri. Aku kerja di sebuah majalah, majalah pendidikan berbahasa inggris. Dari luar sie keliatannya oke, tapi ternyata prestasiku tidak sebagus yang kukira.

Penyesalan selalu ada di benakku karena aku harus memutuskan untuk keluar dari mediaku yang lama yaitu koran Seputar Indonesia. Aku keluar dari sana karena aku memikirkan tentang masa depanku untuk menikah dengan qiqi, asisten redactur biro Palembang yang jika kami teruskan rencana kami maka salah satu dari kami harus keluar dari kantor itu.

Aku memutuskan keluar karena aku berpikir karirku masih sangat dangkal disana. Majalah Campusasia ini menerimaku, tapi ternyata keadaan tidak semulus yang aku kira. Keadaan kantor sangat menyiksaku, karena aku tenggelam akibat pemredku pilih kasih (setidaknya menurutku). Dia lebih seneng “ngopenin” temen seangkatanku candyce.

Well, jelas hal ini sangat menekanku, apalagi ditambah dengan rasa sentimennya terhadapku. Puncaknya adalah ketika kemarin, saat aku diberikan tugas sekretaris redaksi, yaitu membuat surat permohonan liputan ke kedubes Australia. Dan untuk itu saja aku dimaki-maki di depan teman-teman. Harga diriku terinjak-injak.

Disinilah saat-saat dimana aku marah dengan Tuhan. Aku marah karena ketidakadilan yang ada di hidupku. Aku marah karena aku tidak bisa melawan. Aku marah karena tidak terima, mengapa kehidupan mereka jauh lebih baik dariku. Aku bahkan berpikir, percuma aku tungging-tunggingan sholat lima waktu setiap hari, hanya untuk dihina seorang timor yang belagu dan sangat sombong itu.

Namun amarah itu padam karena Udin. Aku yakin dia adalah perantara yang sengaja Tuhan berikan untuk memberikan penjelasan kepada amarahku. Selama ini aku kurang bersyukur..

Jadi tadi sore, entah kenapa, tumben-tumbennya aku meminta koran investor daily dari kantor dan memang kebetulan koran itu ada dan masih dibungkus (dilipat kemudian dibungkus kertas). Naah..itu koran aku ngga buka karena ketunda rapat redaksi sampai pulang. Otakku sudah panas, bahkan sampai selesai rapat, masih ada kerjaan yang aku tinggal, karena calon suamiku mulai tidak suka pekerjaanku.

Aku pulang dengan buru-buru, dengan harapan supaya qiqi ngga marah (walaupun pada akhirnya tetap marah). Karena koran itu masih dibungkus, aku bawa pulang koran itu dengan harapan aku bisa membacanya di kosan.

Entah kenapa pula, aku tidak mau memasukkan koran itu ke dalam tas. Aku membawanya di tangan kiriku sembari membawa motor. Sembari berpikir, betapa kesalnya aku dengan hidupku, aku masih menenteng koran tersebut hingga lampu merah menuju Tugu Tani. Di lampu merah aku berhenti di depan line zebracross karena kebetulan lampu merah tersebut baru menyala, jadi aku berada di barisan depan.

Dari kejauhan aku memandang langkah gontai anak kecil berusia kira-kira enam tahun. Aku sangat yakin dia sangat kecil untuk seumurannya. Dengan matanya yang sangat polos, dia melihatku dan koran yang aku pegang secara bergantian.

Anak itu ada di sebelah kananku karena dia berada di trotoar. Tanpa disangka tau-tau dia sudah berada di sebelah kiriku sambil menatapku. Dia bertanya,

“Mba, itu koran yah?”

Karena kaget aku bertanya kembali, “Apa dek?”

Dia kemudian kembali menanyakan dan kali ini sambil menunjuk koranku “Itu koran ya mbak?”

Astaga, aku berpikir kenapa anak ini tiba-tiba nanyain koran, aku kira dia akan menadahkan tangan dan meminta-minta seperti anak pengemis lainnya. Apakah dia menginginkan koran ini?

Aku kembali bertanya “Iya, ini koran, emangnya kamu mau?”

“Iya mba,”

Ya Tuhaaan…Subhanallah,,he’s just a kid, sangat terlihat dia kurus dan kurang gizi, tapi  aku yakin dia akan menjadi pemuda yang tampan karena parasnya masih menarik walaupun kumal.

Aku tidak serta merta memberikan koran tersebut, aku kembali bertanya sambil ditatap oleh kedua mata yang sangat polos itu.

“Lho, emangnya kamu buat apa dek,” ujarku

“Buat tidur!”

Astagfirullah..seperti disambar petir rasanya. Entah aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku. Sepertinya aku sudah benar-benar tertampar. Pikiranku langsung melayang. Tuhaan, anak sekecil ini harus beralas koran pada tidurnya, sedangkan aku bisa nyaman di kasur empuk? Segitu beratnya kehidupan sang anak tetapi tidak ada satu pun dalam tatapannya dia menghujatMu Tuhan. Sedangkan aku? Aku yang bisa tertawa sana sini, tidur enak, makan enak, sama sekali tidak bersyukur akan itu?

Aku langsung memberikan koran itu, kepadanya.

“Ya udah dek, ini! Udah sana, jalan lagi, takutnya keburu ijo, ntar ketabrak lagi!”

“Iya, makasie ya mbak!”

“Namamu sapa?”

“Udin Mbak,”

Namun sempat dilihatnya koran itu, kemudian dia kembali bertanya, “Mba ini koran baru?”

“Iya, ini koran hari ini dek,” aku tahu pasti dalam pikirannya koran itu bisa dia jual kembali dan mendapatkan uang, mungkin akan lebih untung. Kemudian pada waktu dia membalikkan badan aku sentuhlah punggungnya. Semakin sedih aku pada saat mengetahui, bahwa tulang bahu dan belikatnya sangat menonjol, pertanda dia terlalu kurus untuk seukurannya.

Air mataku mengalir saat itu juga ketika aku melihatnya berlalu..kuputuskanlah meminggirkan motorku dan mengejarnya.

“Udin!!Din!!” teriakku.

Dia membalikkan badan dan menghampiriku yang setengah berlari menghampirinya. Sambil bersujud untuk menyetarakan diriku dan dirinya. Sambil menyembunyikan air mataku, aku bertanya “Din rumahmu dimana?”

“Di kolong Mbak,” katanya polos.

“Di kolong mana Din,” tanyaku

“Tuuh, di pasar rumput,” ujarnya.

“Ibu?”

“Disitu juga Mbak, saya hari ini sendiri, soalnya Bapak lagi sakit, Emak yang jagain,” masih dengan pandangannya yang polos dan parasnya yang tampan.

Aku keluarkan lembaran uang sepuluh ribu dan kuberikan kepadanya,

“Makasie banyak ya Din,”

Dengan senyum yang lebar dia pergi begitu saja.

Adegan singkat itu sangat berarti buatku. Udin menyadarkanku betapa tidak bersyukurnya aku terhadap rizki yang diberikan Tuhan kepadaku. Belakangan aku menyesal hanya memberikan uang sepuluh ribu. Apa yang dilakukannya tidak ternilai.

Terima kasih Udin. Terima kasih..Kau tidak akan pernah sadar bahwa kau menyadarkan seseorang Din. Kau mendekatkan kembali orang kepada Tuhannya. Udin, aku selalu berdoa untukmu. Mudah-mudahan Tuhan menyelamatkanmu. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi Din, supaya aku bisa membalas jasamu.

 

Tuhan, selamatkanlah dia..dan Terima kasih banyak ya Allah, kau tetap merangkulku. Terima kasih.

 

                                                                        30 Oktober 2008 

 

November 12, 2008 Posted by reginaphoenix | tulisan | | 1 Comment

Hellboy II: Fully Entertaining

Film yang satu ini bener-bener fully entertaining. Dari awal ampe akhir kita disuguhin kelakuan hellboy yang kocak bin narsis banget. Ceritanya itu bermulai dari cerita mitos yang mengisahkan makhluk asing melawan manusia. pada akhirnya untuk mengakhiri perang raja yang memimpin makhluk tersebut memisahkan mahkota menjadi tiga dan memberikan satu potong kepada manusia, satu potong dia simpan dan satu potong diberikan kepada putrinya. Hal ini dilakukan untuk melumpuhkan tentara yang digunakan untuk membasmi manusia.

mitos tersebut ternyata hanya tidur, dan sang pangeran, putra dari raja tersebut mencoba menyatukan kembali mahkota tersebut untuk membasmi manusia-manusia yang ada di dunia. disini lah tugas hell bo untuk melindungi umat manusia.

hehehe tapi yang seru bukan dari segi ceritanya..yang seru itu selingan-selingan lucu..bagaimana cueknya hellboy ke istrinya. bagaimana dia tau kalo istrinya hamil, bagaimana berantemnya dia ama manajernya supaya ngga ketauan publik (yang nyatanya dia pengen banget jadi artis, secara narsisnya ampun-ampunan), dan yang pasti, cerita menarik juga ada ketika sang abe jatuh cinta ama putri raja itu..hehehe..lucu lah pokoknya..

emang sie..film ini jadinya cuma film yang ngga perlu mikir..tapi kalo dari lima bintang gw ngasie empat lah…worth to watch..buat ngehibur…cute…

September 16, 2008 Posted by reginaphoenix | film | | 1 Comment

Boy…I’m in Love

waduuh…gawat nie…gw lagi bener-bener jatuh cinta..

aduuh..tiap saat gw mikirin dia..

September 8, 2008 Posted by reginaphoenix | Uncategorized | | No Comments Yet

The Mummy, Basi!

Seperti biasa, malam minggu adalah malam yang paling gw tunggu..selain besoknya libur, gw juga bisa nikmatin film di jam-jam midnight. kebetulan pekan kemarin, ada midnightnya the mummy: tomb of the dragon emperor. Saya pikir, kelihatannya seru dan saya pikir, film ini akan membuat saya terkagum-kagum. Waktu masuk bioskop yang tentunya barengan sama pangeran hidup gw..(hehehe..biasa, lagi jatuh cinta nie), ekspektasi tersebut masih gw pertahanin bok.

okeeh..berbekal harapan yang lebih karena gw mengharapkan naga yang di iklan trailernya keren itu, gw rela ngga peduliin laki gw demi bisa fokus ke film yang berdurasi 112 menit itu. But, for God sake this is the worst movie in this year.

hehehe…kejem juga sie..cuma ngga berlebihan lah kalo gw nilai nie film 2 bintang dari lima. soalnya siapa sie yang ngga kena ama pesonanya the mummy pertama ama kedua? yang ini jauh lah dari itu. hal yang paling membuat ancur adalah pemeran-pemerannya.

komposisi mereka sangat ancur. aktor yang bermain sebagai anaknya brendan faser yaitu Luke Ford keliatan terlalu tua buat jadi anak bok..jadi kelihatannya udah kaya adek ama kakak. setelah gw cek ternyata Luke Ford lahir pada tahun 1981.. ya iya laaaah…tua banget jadinya..

tapi yang paling parah itu adalah keputusan ngeganti Rachel Weisz ama Maria Bello. Sumpah di bagian ini aku paling kesel. bayangin aja si cantik dan mempesona rachel bisa sampe diganti ama maria bello yang udah jelek secara fisik, secara akting juga ngga karu-karuan..

yang jelas juga dia ngga ada chemistry sama brandon sebagai suaminya..jelas, ini bikin ilfeel nonton. lagian dia juga ngga nikmati perannya disitu. pokoknya lima hurup dah M A L E S

satu-satunya yang bisa menghibur di film ini adalah berpikir tentang bagaimana cara mereka membuat efek di film ini. sumpah gw akui emang efeknya ngga ada duanya. Yang jelas tu efek bikin Jet lee makan gaji buta, soalnya durasi dia shooting beneran jadi dikit, rest of it adalah efek..hehehe enak jadi dia, mana dialognya dikit lagi..

tapi emang jelas efeknya keren walaupun naga yang gw tunggu-tunggu cuma nongol sekali..whehehe..itu juga cuma sebentar..wekkkks..cuma walaupun keren, efek seremnya ngga ada sama sekali bok..jadi waktu di mummy I ama 2, masih ada efek-efek seremnya sama sekali.

August 18, 2008 Posted by reginaphoenix | Uncategorized | | No Comments Yet

Batman is not A Hero, But Joker Does

Sebenarnya nonton film ini sie udah sedikit lama, maunya sie langsung nulis reviewnya, tapi ngga sempet mulu.. yaaah..lagi-lagi Hollywood membuat film yang mengagumkan. kalo aku bisa ngasih nilai, film ini lebih dari nilai sempurna.

sekitar 110 menit penonton diberikan sajian action tanpa henti dengan alur yang cepat. Efek yang luar biasa mampu membuat decak kagum meluncur dari mulut orang-orang yang terpesona dengan perlengkapannya Bruce Wayne. Cerita nie film berawal dari kota Gotham yang punya pahlawan malam bernama Batman. tapi lama-kelamaan banyak orang yang ingin menirunya. Disini batman agak risih apalagi masih harus berhadapan ama joker yang keren banget (ampe jatuh cinta gw ama dia).

naah..saat yang berbarengan Batman sepertinya menginginkan Gotham mempunyai pahlawan lainnya, yang benar-benar bisa melindungi kota tersebut. Datanglah pengacara berbakat yang bernama Harvey Dent yang diincar Batman untuk jadi the real hero of Gotham. namun sayang ini gagal karena Joker membunuh kekasihnya sehingga dia kecewa kepada kepolisian karena tidak bisa menyelamatkan si gadis tersebut. Alhasil, Dent malah berbalik melawan kebaikkan.

pada akhirnya penonton disadarkan bahwa batman bukanlah pahlawan dia hanya sekedar satria malam.

Okey..terlepas dari cerita itu, euum yang bikin saya kagum dari film ini adalah peran Joker. Batman memang bukanlah pahlawan dalam film itu, tapi Joker lah yang jadi pahlawannya. Gimana ngga?? kalo ngga ada joker, tuh film ngga bakalan idup man!! film itu cuma bakalan jadi kreasi efek yang luar biasa, tanpa gereget. Bagian terbaik film ini waktu mobil batman transform jadi motor.

tapi…untuk kutipannya, ngga ada yang lebih baik dari ekspresi Joker waktu bilang “Do you know why did i get this scar? so…why so serious??”

if you have seen the movie, you’ll know what happened next after he said that, right???

August 9, 2008 Posted by reginaphoenix | film | | 1 Comment

box office 1-8 august 2008

USA Weekend Box-Office Summary
week of 1 August 2008
Rank Title Weekend Gross
1 The Dark Knight
2 The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor
3 Step Brothers
4 Mamma Mia!
5 Journey to the Center of the Earth
6 Swing Vote
7 Hancock
8 WALL·E
9 The X Files: I Want to Believe
10 Space Chimps

August 9, 2008 Posted by reginaphoenix | box office of the week | | No Comments Yet

Why People Fall In Love?

Tentang cinta, teman saya pernah berbicara “Apapun yang kamu katakan tentang cinta, semuanya benar! baik itu dari yang paling bagus hingga sampai yang paling jelek,” ujarnya. Ada kata-katanya yang kebetulan saya suka dari dia bahwa sudah terlalu banyak orang berusaha mendefinisikan cinta, lebih baik mereka rasakan sendiri karena bagaimana pun mereka mendefinisikannya, kata-kata tersebut tidak akan cukup.

Saya cuma berpikir, sebegitu hebatkah cinta?? bagaimana kalau manusia itu tidak diberikan anugrah untuk merasakan cinta? bagaimana nasib orang-orang seperti saya, yang selalu mencari cinta untuk mendapatkan kekuatan mengatasi semuanya?? waah ngga kebayang larinya diriku kemana??

well..setelah search sana sini ternyata bapak favorit yang membantuku menyelesaikan skripsi, Sigmund Freud juga meneliti cinta dalam bukunya yang berjudul the psychology of love. Disitu dia mengatakan bahwa psikologi orang jatuh cinta itu dipengaruhi hasrat seksualnya yang memang diberikan dari Tuhan berbentuk hormon yang udah ada dari sononya. Di buku ini dia menjelaskan bahwa hormon tersebut membuat psikologi orang jadi seneng mulu dan merasakan bahwa dia menemukan orang yang menjadi bagian dirinya. naah..pertanyaan saya sekarang..so..is this just about sex? well he said so..

tapi..kalo ngubek-ngubek di wikipedia (walaupun ngga begitu disaranin jadi referensi), jatuh cinta itu diartiin sebagai emosi dan pengalaman yang dihubungkan dengan daya tarik affection (kasih sayang) dan seksual. namun, dalam perkembangannya kata “cinta” bisa diartikan banyak tapi tetap berada di wilayah ketertarikan terhadap orang lain

Yoook..kita cari tau pendapatnya Profesor Arthur Aron dari University of New York yang udah meneliti tentang orang yang jatuh cinta. Dia mengatakan bahwa motivasi primer manusia sebenarnya adalah untuk melakukan ekspansi ke sekililingnya dan meningkatkan kemampuannya. Salah satu caranya adalah melalui hubungan dengan orang lain.

teori ini menjelaskan bahwa seseorang ternyata jatuh cinta kepada orang lain yang menurutnya menarik dan pas buat dia. selain itu, ternyata kita juga jatuh cinta kepada orang-orang yang juga terlihat tertarik kepada kita. see??? jadinya kita ga mungkin jatuh cinta ama orang yang sama sekali ngga respon ke kita..karena dengan adanya sinyal bahwa dia tretarik ama kita, itu adalah kesempatan buat kita untuk melakukan ekspansi diri tadi.

Tapi yang menarik dari pernyataan profesor ini adalah ketika dia menyangkal bahwa cara ini ngga selalu berhasil kalo kita merasa tidak pede ama diri kita sendiri. Kita kadang sering kehilangan kesempatan jatuh cinta jika kita terlalu memandang diri kita sendiri rendah.

Selain itu, yang menarik adalah tentang penampilan. kita selalu bertanya apakah faktor penampilan ngaruh ketika jatuh cinta? sang profesor emang mengakui bahwa hal itu mempengaruhi, tapi ngga begitu gede koq..dia ngejelasin bahwa orang yang jatuh cinta kebanyakan mencari karakter, kebaikan dan kepintaran dari pasangannya. ini sangat penting dalam proses jatuh cinta dan penampilan sama sekali tidak berhubungan dengan ini.

Dia menjelaskan karakter dan kebaikan penting ketika seseorang harus bersama-sama dalam waktu yang lama. sedangkan kepintaran sangat penting untuk semua aspek kehidupan khusunya cinta. namun penelitian mengatakan bahwa kebaikan pasangan adalah indikator terkuat untuk hubungan jangka panjang yang sukses.
Tapi apapun alasannya, jatuh cinta memang ajaib..semuanya jadi keliatan indah..special for my love..i adore you honey..

August 9, 2008 Posted by reginaphoenix | Taukah kamu??? | | No Comments Yet

Undang Undang Penyiaran Masih Lemah

Undang-undang penyiaran dirasakan masih sangat lemah. Karena itu media di Indonesia hanya dikuasai oleh beberapa orang atau kelompok. Akibatnya terjadi monopoli kepemilikan hingga membuat terjadinya gangguan pasar. Semua ini adalah berkah dari undang-undang penyiaran 2004, yang memberikan celah kepada para pelaku media untuk dijadikan lahan bisnis.

Hal tersebut terungkap di dalam Seminar Membedah Cross Ownership Media, kemarin di Jakarta. Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Don Bosco Selamun, Dirjen SKDI Depkominfo, Freddy H. Tulung, Direktur Kebijakan Persaingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Taufik Ahmad, dan Koordinator Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI), Kukuh Sanyoto.

Cross-ownership media, terjadi akibat subsidi silang yang dilaksanakan oleh lembaga penyiaran. Padahal Indonesia telah lama mempunyai aturan mengenai cross ownership media seperti yang termuat di dalam UU no.32/2002 tentang penyiaran antara lain di pasal 20 yang berbunyi “Lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran radio dan jasa penyiaran televisi masing-masing hanya dapat menyelenggarakan satu siaran dengan satu saluran siaran pada satu cakupan wilayah siaran”. UU tersebut juga telah memiliki aturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No.52/2005 tentang Penyelenggaraan penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan terdapat di pasal 35 mengenai pembatasan kepemilikan silang.

“Selama bertahun-tahun Indonesia dibiasakan dengan ekonomi yang sangat sentralistik, hal itu menjadi pengaruh di dalam pemusatan stasiun televisi di Indonesia,” ujar Taufik Ahmad. Monopoli juga dibagi menjadi dua yaitu monopoli kepemilikan dan monopoli pasar. Dia juga mengatakan laporan tentang cross ownership di industri penyiaran khususnya televisi saat ini masih di dalam proses penanganan pelaporan atau pemberkasan.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah MNC group yang memiliki tiga stasiun televisi sekaligus yaitu TPI, Global TV, dan RCTI. Hal ini dirasakan sebagai pelanggaran hukum oleh Kukuh Sanyoto. Sebelumnya pada tanggal 29 Oktober 2007 MPPI mengajukan somasi terbuka agar demokratisasi penyiaran terus berlangsung secara baik dan bermanfaat bagi negara.

Di dalam somasinya MNC dinilai melanggar ketentuan pasal 18 ayat (1) dan pasal 20 UU Penyiaran Jo Pasal 32 ayat (1) huruf a PP LPS yang menyebutkan “Pemusatan kepemilikan dan penguasaan Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran televisi oleh satu orang atau satu badan hukum, baik di satu wilayah siatan maupun di beberapa wilayah siaran, si seluruh wilayah Indonesia dibatasi dengan sebagai berikut: a. Satu badan hukum paling banyak memiliki dua Izin Penyelenggaraan Penyiaran jasa penyiaran televisi, yang berlokasi di dua propinsi yang berbeda”.

Selain itu PT Surya Citra Media Tbk (SCM) juga disoroti oleh MPPI. Perusahaan yang merupakan pemilik dari Lembaga Penyiaran Swasta SCTV dan Lembaga penyiaran Swasta O Channel juga akan membeli Lembaga Penyiaran Swasta Indosiar. “Hal ini sangat menyedihkan, semua orang berlomba-lomba untuk mencari celah dalam UU tersebut agar bisa melancarkan bisnisnya,” ujar Kukuh.

Sementara itu Don Bosco mengatakan pemusatan stasiun televisi tidak dapat dihindarkan, karena merupakan lahan bisnis dan masyarakat menginginkan teknologi yang efektif. Hal yang terjadi saat ini adalah sebuah perseroan terbatas berhak menjual sahamnya kepada orang lain. “Ketika media televisi menjual kepada sebuah perusahaan, itu tidak menjadi masalah,” ujarnya. Dia juga menambahkan itulah sebabnya perusahaan seperti MNC dan SCM tidak bisa diseret ke pengadilan. “Karena MNC adalah sebuah perusahaan, jadi mereka berhak untuk memiliki saham seluruhnya dari berbagai media. UU penyiaran hanya mengatur jika sebuah lembaga penyiaran yang mempunyai lembaga penyiaran lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Freddy H. Tulung, mengatakan bahwa semenjak adanya somasi dari KPPI, pemerintah terus membenahi UU penyiaran. “Saya akui bahwa undang-undang penyiaran sangat lemah dan tidak konsisten, maka dari itu kami akan mencarikan jalan keluar dari monopoli media ini,” ujarnya.

Taufik Ahmad berkomentar bahwa semua pihak seharusnya terlebih dahulu mengetahui monopoli macam apa yang akan dicegah. Mereka harus membedakan monopoli kepemilikan dan monopoli pasar. Jika MNC dan SCM memonopoli kepemilikan media di Indonesia, bukan berarti mereka bisa memonopoli pasar. “Mempunyai tiga stasiun televisi belum tentu bisa menguasai pasar sehebat satu stasiun televisi yang mempunyai program yang bagus,” ujarnya.

Dia menambahkan untuk masalah cross ownership yang telah diajukan, pada bulan Mei KPPU akan mengumumkan kepada publik apakah persolaan tersebut masuk ke dalam yurisdiksi KPPU atau tidak. KPPU juga telah melakukan kajian terhadap industri penyiaran secara umum dan secara khusus terhadap cross ownership di industri pertelevisian.

Selain itu Ahmad juga mengatakan permasalahan cross ownership media lebih banyak menyentuh efek kepemilikan terhadap perkembangan persaingan dalam industri penyiaran serta kepentingan umum. Maka dari itu KPPU harus membuktikan pengendalian oleh pemilik yerhadap lembaga-lembaga penyiatan, dampak negatif terhadap perkembangan industri penyiaran, serta dapat merugikan kepentingan umum atau tidak. (rahma regina)

April 29, 2008 Posted by reginaphoenix | tulisan | | 3 Comments