Gawaaat!!!!
gawaaat nie…masa udah hampir tiga bulan gw kerja di kantor ini, gw belom bisa ngerasain betahnya…setiap gw keluar gw rasanya seneng banget, terus pas masuk kantor..nie pantat rasanya punya bola api…gw ngga bisa diem..terus kalo ngeliat tampang boz gw itu yang kaya horor bangeet..gawat nie…gawaaaat…katanya Andy F noya..kalo orang tidak menikmati pekerjaannya, itu berarti dia tidak hiduuup!!! gawat nie,,,ampuuun deccchh…is there someone who can help me with it??
Jangan Rusak Baliku…
weeeits…baru balik lagi nulis blog..padahal ada beberapa ide yang lewat belakangan ini, tapi ngga aku tulis..yaa..biasa laah…males ke warnet, karena belakangan baru keluar kota..naah, akhirnya aku kembali lagi ke dunia nyata..Jakarta ku yang kucintai ini…
Hehehe..kebetulan aja sebenarnya SBY lagi kurang kerjaan bikin Bali Democracy Forum di Nusa Dua Bali, dia manggil Perdana Menteri Australia, Raja Brunei Darussalam ama Presiden Timor-Timur serta dubes2 lainnya buat ngumpul di Grand Hyatt Bali untuk ngomongin bagaimana sebaiknya demokrasi dijalankan di negara-negara Asia Pasifik..
Kebetulan juga akhirnya tue forum bikin Institute for Peace and Democracy yang digawangi Unud untuk ngegodok semua ide yang muncul di forum tersebut. Kalo ngga gitu, ngga bakalan liputan dah kesana..hitung-hitung pulang kampung kan??
Well, nyampe sana, udara bersih yang bercampur wangi dupa mengingatkanku pada semua kenangan yang pernah ada ketika kurang lebih menghabiskan 8 tahun hidupku disana. Cuma sayang setahun aku tinggalkan, Bali semakin ramai..dulu aku mengalami kemacetan hanya karena upacara ngaben atau upacara lainnya sehingga pecalang harus menutup jalan. Tapi ketika itu, betapa kecewanya aku karena dari bandara sampai ke bekas kampusku (karena ngga langsung pulang ke rumah), aku mengalami berkali-kali kemacetan..
sempat kutanya teman baikku, Lenyot, ada apa dengan Bali, dia hanya menjawab satir, semua orang datang ke Bali dan berlomba-lomba untuk merusaknya, dia menyuruhku membuktikan sendiri dengan melihat Dreamland saat ini. Waah..sebegitu burukkah, pikirku..
Karena sangat familiarnya aku dengan pulau indah ini, akhirnya keesokkan harinya aku seorang diri ke Dreamland untuk membuktikan ucapan Lenyot..dan ternyata benar, Dreamland yang dulunya adalah daerah yang sulit diakses sekarang dengan lancar kendaraan bisa masuk kesana. Dreamland yang dulunya hanya diketahui orang2 yang ingin surfing karena ombaknya yang gahar, sekarang menjadi tempat hiburan yang paling mantap. Dreamland yang dulunya enak untuk dijadikan tempat melarikan diri sekarang sudah tidak bisa lagi. berbagai restoran, vila, diskotiuk, dan juga tempat2 memanjakan diri seperti Spa, cottage dan lainnya, ngejaglek disana..
mana Dreamlandku yang dulu? Dreamland yang ketika aku memaksakan motorku turun kesana, akhirnya aku berakhir dengan luka2 bekas karang..Dreamland yang dulu harus berjalan kaki untuk menikmati indah karangnya, Dreamland yang dulu masih banyak tukang lumpia berkeliaran…sudah tidak ada…well, Lenyot benar. Pembangunan terjadi di mana-mana


ini foto-foto yang pembangunannya masih belum selesai..memang, waktu berdiskusi dengan teman-teman pers mahasiswa Akademika Universitas Udayana, mereka menyayangkan. karena di satu sisi, Bali di puja, Bali di elu-elukan sebagai pulau di Indonesia yang terkenal di kelas internasional. Tetapi di sisi lain, Bali juga di rusak. Berbagai pihak merusak Bali..
pemerintah daerah sendiri mengijinkan pembangunan di mana-mana, apalagi dengan adanya pelarangan gedung tinggi. Di Bali ada peraturan daerah yang menyebutkan bahwa tinggi gedung tidak boleh lebih dari 10 meter. Hal ini membuat pembangunan melebar, sehingga akan menghabiskan lahan-lahan yang dulunya dipakai untuk fungsi lain..sedangkan masyarakatnya sendiri juga dengan mudahnya melepaskan tanah yang mereka punya untuk dijual kepada para developer yang akan menggunakan tanah tersebut untuk keperluan bangunan atau lainnya.
Lama-kelamaan Bali akan punah dan hanya berakhir sebagai pulau yang over expose dan kehilangan keindahannya. Setelah itu manusia-manusia yang merusak pulau ini akan meninggalkannya dan mulai mencari lahan lain untuk dirusak. Sudah cukup..jangan rusak Baliku, aku masih ingin menghirup udara bersih yang bercampur dupa itu…
jangan rusak Baliku…
Hey Boz!!!!! What Do You Want From Me??
everything that i’ve done never seems right for ya!! what actually do you want from me bozz??i just feel i’ve had enough!! every writing that i’ve done seems to be wrong for you!! you make me think that you hate me so..give me a time to learn..you always give a fuckin’ rude words to me…what do you want from me!!!!!! i hate you!!!!
Seni diatas Panggung Bus Kota
“Kami bercinta di samping pengemis yang kelaparan!
kami bercinta di atas rumah-rumah reot yang terancam digusur!!
kami memelihara perut buncit kami sambil mendengar teriakan cacing di perut orang-orang yang tidak makan selama dua hari!”
itulah sepenggal puisi yang dipentaskan di panggung bus kota oleh salah satu seniman jalanan Asep. Di tengah-tengah penampilannya ia disela oleh penumpang yang berebut tempat duduk.
sesekali ia mengucapkan “Silahkan Pak, dibelakang masih kosong,” kemudian ia lanjutkan penampilannya.
Pria yang berumur sekitar 20-30 tahun itu memberikan penampilan yang sangat optimal. Dalam puisinya ia menyuarakan kemiskinan Indonesia yang sudah muak dengan harapan-harapan penjabat negara.
“Mungkinkah puisiku sama dengan orang-orang buncit di atas sana, yang hanya memberikan harapan-harapan tengik kepada rakyat miskin?
maaf kalau puisi ini hanya sebatas wacana menyegarkan di antara para penumpang,
ternyata saya tidak ada bedanya dengan tikus-tikus tak tau diri itu!!
aku menangisss…
menangis tanpa air mata…”
penampilan Asep ditutup dengan nyanyian sinden yang kalau tidak salah berarti telah habisnya harapan di atas dunia.
Karena saya baru dua minggu ada di Kota sakit ini, saya dibuat terkagum oleh seniman ini. Inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa saya sangat suka memakai bis kota yang pengap dan berjubel. Karena saya akan menemukan seniman-seniman hebat dalam bus ini.
Asep termasuk seniman yang saya kategorikan hebat, penggalan-penggalan puisi itu hanyalah sedikit dibandingkan penampilannya yang memakan durasi hingga setengah jam.
wajahnya yang ekspresif serta gestur tubuhnya yang sangat menunjukkan keoptimalan ia bertheatre membuat beberapa penumpang terganggu. ah, saya pikir mungkin karena mereka terlalu terbiasa melihat karya seni ini. tetapi beribu-ribu kali saya melihat teather saya tidak akan bosan. apa karena mereka melihat asep hanya pengemis yang kurang kerjaan teriak-teriak tentang politik? aaah, saya tidak perduli yang jelas saya sangat menikmati pertunjukkan tersebut. Yang saya lihat adalah seniman dengan pemikiran philosophi yang mendalam serta ekspresi yang all out membuat dia akan saya kenang.
Merasakan Dunia Baru, Dunia Dengan Hanya 1 Warna: Abu – Abu
Bukan abu-abunya rok SMA yang aku maksud, tetapi abu-abunya dunia yang aku alamin saat ini. Dunia yang penuh dengan hal-hal yang tidak sehat dan dunia yang penuh dengan malaikat bertanduk.
Mungkinkah aku keterlaluan dalam menggambarkan hal ini? ah, tidak juga untuk ukuran seorang regina yang ngabisin sebagian besar hidupnya di Bali.
saat ini dunia yang sebelumnya dunia senang-senang berubah 360 derajad ketika mencoba merambah ke dunia abu-abu ini.
tidak, bukan dunia kelam, bukan dunia hitam hanya dunia abu-abu yang membutuhkan daya tahan dan kegigihan mental.
tidak tertutup kemungkinan aku terpeleset ke dunia hitam..tapi agak berat kalau mau ke dunia putih..mungkin abu-abunya terlalu pekat hampir menjadi warna hitam.
disini semua serba abu-abu. ketika berbagai macam orang masuk ke bus untuk mendapatkan uang 500 atau 1000 rupiah. syukur-syukur kalo bisa lebih.
orang-orang dengan berbagai tingkah laku. Pengamen dari yang suaranya bak sting, penyanyi internasional yang suaranya lezat untuk di dengar hingga yang nyanyi ngasal sampai lebih jelek dibandingkan suara kucing buduk yang dilemparin ama tetangga karena menyanyi malam hari, semuanya mampir di bus kota.
bus kota juga jadi media dakwah buat beberapa orang. kadang sudah ngga jelas apa yang mereka bicarakan karena tujuannya memang cuma mencari sedekah..
haaah…dunia macam apa ini??
gedung-gedung bertingkat bersanding dengan rumah-rumah jelek lengkap dengan penghuninya yang kudisan. hampir mirip lah sama kucing buduk tadi.
tempat duduk bersebelahan di kantor juga tidak membuat orang-orang ini bisa berkomunikasi dengan baik. bahkan kita tidak kenal satu sama lain…
aku berada diantara orang-orang marah..
marah atas hilangnya hati mereka..
marah atas hilangnya simpati mereka..
marah atas perginya kepolosan mereka…
dunia ini lah yang aku tempati sekarang…
dunia ini lah yang dinamakan ibu kota….
-
Recent
- akhirnya gw bisa bikin blog lageee…
- kangen blog gw
- Gawaaat!!!!
- The Day the Earth Stood Still, Cocok Buat yang Cinta Lingkungan
- Jangan Rusak Baliku…
- Hey Boz!!!!! What Do You Want From Me??
- Al-Azhar Indonesia Foundation, Serving High Quality Education Basic on Islam Principles
- Pemerintah bikin Bicycle Line Tahun Depan, Solusi atau Masalah???!!
- Hukuman Mati Untuk Para Koruptor, pantaskah?
- Astagfirullah, 9/11 versi mumbai..
- Jakarta People, Becareful When You Want to Take A Bus!
- Zuhal, Profesor yang “Menjual” Pendidikan
-
Links
-
Archives
- August 2009 (1)
- May 2009 (1)
- December 2008 (6)
- November 2008 (5)
- September 2008 (2)
- August 2008 (4)
- April 2008 (6)
- March 2008 (2)
- February 2008 (5)
- December 2007 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
