90 Teachers in Bali Learn Art Center’s Creation Dances
Art Centre have made two new creations in traditional dances. Those dances are Merak Angelo dance and Kasmaran dance and they were choreographed by I Ketut Rena, SST. Ketut Rena in the name of Art Center teaches these dance to dance teachers in Bali for Junior High School and Senior High School.
These dances are taught to teachers in Ksirarnawa building Art Center started yesterday in Creation Dance Workshop. Teachers are from 9 residences in Bali which is each residence consists of 4 teachers from Junior High School, 4 teachers from Senior High School and 2 teachers from dance studio so the total there are 90 teachers who learn about these dances.
This workshop will be held until February 22nd 2008. These 90 teachers will be learn about the dances everyday from 9 a.m. until 4 p.m. Teachers who came from far place can stayed in the place where art center provides. After they had the practice they will teach the dances to their students.
The head of Art Center, I Gusti Ngurah rai Byarnawa said this program is regular program which is made by art center. As the evaluation art center will held competition among schools in Bali in September. “As evaluation we will hold a competition for all Junior High School and Senior High School in Bali, so we can see the result of this workshop,” he said. The competition will be held in September with Merak Angelo as the dance for Junior High School and Kasmaran as the dance for Senior High School.
About the budget in making this event, Ngurah said the budget is come from region government (DPA SKKP). “We also give the teacher money as transportation budget,” he said. He also hoped with this dance students can keep traditional culture in their mind.
As the choreographer of this dance, Ketut Rena is trying to give simple dance but also beautiful and exotic. “The important is those teachers can teach the dance in the right way, so I make a simple dance but it still beautiful,” said Rena.
Merak Angelo is telling about male peacock which dancing and showing its beautiful feathers to make the female bird interested with him. The peacock will dancing and flying all around the place. “The dance is very beautiful, more over the costume support it,” he said. Ketut Rena also said he got the inspiration from peacock which flying around when they want to make their female impressed.
Mean while Kasmaran dance is telling about teen girls who falling in love and they express their feeling with erotic moves full of meaning. Ketut Rena showed erotic sensation through this moves because it tells about girl in love.
One of teacher from 01 Junior High School Denpasar named Nyoman Sukasih S. pd. said that these dance is not so difficult but it needs high concentration in hip. “A lot of moves which need concentration in hip,” she said. “It is natural because the dance is about peacock which showing its feather, of course it will need hip,” Rena said.
Another teacher from 09 Junior High School named Kadek Aryawati Spd, said “We have to know the technique, if we got it, it will be easy,” she said. She also admitted she will teach some of her students in preparing the competition. “I’m sure my students will dance beautifully,” she said.
Jelang Nyepi, Produsen Ogoh-Ogoh Panen
Menjelang hari perayaan nyepi, produsen ogoh-ogoh panen orderan. Ini dirasakan oleh Drs. I Wayan Candra yang telah menjadi produsen ogoh-ogoh puluhan tahun lalu. “Tahun ini terlalu banyak yang memesan, sampai kewalahan saya,” terangnya.
Tahun ini dirasakan Candra lebih berat, pasalnya masyarakat sekarang lebih banyak memesan dibandingkan membuat ogoh-ogoh sendiri. “Sekarang masyarakat banyak yang memesan, jadinya kami kebanyakan orderan,” tambahnya. Untuk saat ini saja Candra masih mempunyai 70 pesanan yang belum rampung sehingga ia harus menolak pesanan hingga Nyepi nanti.
Candra memiliki 25 pekerja yang membantunya, para pekerja ini bisa menyelesaikan 4 sampai 5 buah ogoh-ogoh per harinya. Sebuah ogoh-ogoh untuk ukuran anak-anak dihargai dari Rp 700.000 hingga satu juta rupiah sedangkan sebuah ogoh-ogoh untuk ukuran dewasa dihargai dari 2 hingga 7 juta rupiah.
Pesanan yang didapat bisa berupa pesanan individual dan juga pesanan banjar, Candra juga menerima pesanan per bagian karena banyak yang memesan bagian-bagian yang sulit dibuat seperti topeng dan tangan. Pesanan pun berasal bukan hanya dari Denpasar, akan tetapi juga dari kabupaten lain seperti Gianyar dan Karang Asem
Seorang pemesan yang bernama Gung Rana yang memesan bagian topeng saja mengatakan bahwa ia berasal dari Banjar yang berada di Denpasar Barat. Ia mengaku bahwa bagian topeng adalah bagian yang paling susah untuk dibuat sehingga ia memutuskan untuk membeli. “Lagian buatan sini lebih terlihat hidup,” ujarnya.
Candra juga mengakui untuk tahun ini pesanannya meningkat, apalagi banyak anak-anak yang diwajibkan sekolahnya untuk membuat ogoh-ogoh. Salah satunya adalah Wayan Kurniawan, murid kelas 4 SD Saraswati Denpasar tersebut mengaku bahwa ia secara berkelompok mendapatkan tugas dari guru untuk membuat ogoh-ogoh. “Harus dikumpulin hari Sabtu, buat Nyepi,” katanya.
“Ini bagus untuk mengasah kreativitas anak, untuk bagian yang mereka rasa sulit kami lah yang membuatnya,” ujar Candra. Hanya saja pesanan yang ia dapatkan dirasakan terlalu banyak, apalagi diantara mereka ada yang memesan bentuk yang aneh. “Bayangkan saja, kami harus membuat muka Tukul sebagai kepalanya,” imbuhnya. Maka dari itu sebanyak 70 pesanan yang belum ia selesaikan ini dirasakan cukup hingga menjelang nyepi dan tidak akan menerima pesanan lagi untuk satu ogoh-ogoh utuh tetapi ia masih menerima pesanan per bagian seperti tangan dan kepala. (rahma regina)
PEMERINTAH PAKISTAN MENUDUH AL’QEDAH SEBAGAI PEMBUNUH BHUTTO
Jum’at 28 Desember 2007 kemarin, pemerintah Pakistan telah menyatakan bahwa mereka punya bukti kalo Al’Qaeda lah yang menjadi biang keladi dari pembunuhan Bhutto. Pernyataan ini kemudian diikuti dengan penolakan oleh pimpinan Al’Qaeda lewat juru bibirnya bahwa Al Qaeda tidak mempunyai sangkut paut dalam kasus pembunuhan Bhutto. Bahkan partai Bhutto mengatakan secara ngga formal, kalo tindakan ini adalah tindakannya Musharaf agar kesalahannya yang tidak bisa memberikan akses keamanan yang bagus tertutupi.
Masyarakat Pakistan sekarang sudah tidak percaya dengan pemerintahan Musyaraf, apalagi mereka sangat marah dengan adanya tragedi yang terjadi 3 hari lalu. Dimana-mana terlihat pembakaran dan kemarahan.
yaah…Hope For The Best aja untuk semuanya
-
Recent
- akhirnya gw bisa bikin blog lageee…
- kangen blog gw
- Gawaaat!!!!
- The Day the Earth Stood Still, Cocok Buat yang Cinta Lingkungan
- Jangan Rusak Baliku…
- Hey Boz!!!!! What Do You Want From Me??
- Al-Azhar Indonesia Foundation, Serving High Quality Education Basic on Islam Principles
- Pemerintah bikin Bicycle Line Tahun Depan, Solusi atau Masalah???!!
- Hukuman Mati Untuk Para Koruptor, pantaskah?
- Astagfirullah, 9/11 versi mumbai..
- Jakarta People, Becareful When You Want to Take A Bus!
- Zuhal, Profesor yang “Menjual” Pendidikan
-
Links
-
Archives
- August 2009 (1)
- May 2009 (1)
- December 2008 (6)
- November 2008 (5)
- September 2008 (2)
- August 2008 (4)
- April 2008 (6)
- March 2008 (2)
- February 2008 (5)
- December 2007 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
