Reginaphoenix’s Weblog

Cuma Orat Oretnya Seorang Regin

Gawaaat!!!!

gawaaat nie…masa udah hampir tiga bulan gw kerja di kantor ini, gw belom bisa ngerasain betahnya…setiap gw keluar gw rasanya seneng banget, terus pas masuk kantor..nie pantat rasanya punya bola api…gw ngga bisa diem..terus kalo ngeliat tampang boz gw itu yang kaya horor bangeet..gawat nie…gawaaaat…katanya Andy F noya..kalo orang tidak menikmati pekerjaannya, itu berarti dia tidak hiduuup!!! gawat nie,,,ampuuun deccchh…is there someone who can help me with it??

December 22, 2008 Posted by reginaphoenix | iseng aja | | No Comments Yet

The Day the Earth Stood Still, Cocok Buat yang Cinta Lingkungan

daytheearthstoodstillposter

weeei…satu film lagi yang baru aja saya tonton..well, sebenarnya ngga ada rencana sie untuk menonton film yang satu ini, soalnya di awal pengen nonton Twilight karena terpengaruh ama review di Tempo plus rekomendasi anak-anak. Tapi apa daya, pas mau nonton itu tempat duduk rame pisan, adanya yang dua baris terdepan. Dari pada abis nonton atah tulang leher, meningan cari pilm laen dah biar ngga sia-sia dateng ke bioskop..ternyata ada saingannya, The Day the Earth Stood Still, waktu itu belom ada referensi, tapi karena yang maen itu si Keanu Reeves ama Jaden Smith (anaknya Will Smith yang mempesona itu), akhirnya kita memutuskan untuk nonton tu film.

Ceritanya menarik, jadi ada Alien yang bernama Klatoo yang diperanin Keanu Reeves ditugaskan untuk menyelamatkan bumi dari tangan manusia yang menghancurkan. Hal ini dikarenakan bumi sudah terlalu rusak akibat perbuatan manusia yang tidak pernah memeliharanya. Sedangkan di jagat raya ini, hanya sedikit planet yang bisa menampung berbagai kompleksivitas seperti bumi, sehingga bumi harus diselamatkan. Untuk mencapai hal itu, mau tidak mau semua yang ada di atas bumi harus dimusnahkan sehingga bumi kembali ke titik nol untuk kemudian berkembang lagi dan memperbaiki ekosistemnya dari awal.

Tindakan ini kemudian melibatkan seorang astrobiologis namanya Helen dan anak tirinya yang bernama Jacob (Jaden Smith). Mereka berdua berjuang untuk membujuk sang alien ini untuk memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki sifatnya dan memelihara bumi agar tidak mati. pada akhirnya Klatoo bersedia memberikan kesempatan dan bumi kembali selamat.

ada beberapa hal menarik dalam dialog di film ini. Ketika Helen membawa Klatoo untuk bertemu relatifnya yang merupakan pemenang nobel prize, mereka berbicara tentang bumi.

the uncle: “Bagaimana dengan planet kalian, mengapa kalian bisa bertahan?”
klatoo: “Planet kami hampir musnah karena terlalu dekat dengan matahari, tetapi untuk bertahan kami mencari segala cara agar planet tersebut bertahan”
the uncle: “itu berarti kalian mengalami masa dimana kalian harus menyelamatkan planet kalian sendirian”
Klatoo: “Ya, benar pada saat itu kami berada di titik nadir”
the uncle: “itulah yang terjadi pada kami dan planet bumi, kalian seharusnya membiarkan kami mencari sendiri bagaimana cara untuk menyelamatkan planet ini. Ketika sudah berada di titik tersebut kami akan mempunyai cara untuk itu. Kalian harus menyerahkannya kepada kami”

Well, pesan moral yang bisa ditangkep dari film ini adalah bagaimana cara menyelamatkan bumi. Manusia seharusnya tidak menghancurkan bumi. Emang cocok untuk para pencinta lingkungan. ide yang diusung lumayan menarik laah..

Setelah browsing, film ini ternyata diangkat dari film tahun 1951, dengan judul sama. Naah…mungkin juga karena diangkat dari film jadul, film ini jadi cacat di mata gw..bukannya apa-apa, tapi di the day when the earth stood still itu, alien yang ditampilin adalah alien berbentuk robot seng gedeeeeeeeeee dengan tampang kaya robocop. naah itulah kenapa di versi 2008 ini, robot itu juga ngga ketinggalan, cuma bedanya ngga begitu diexpose. tapi tetep aja, kalao dilihat nie film jadi bikin ilfeel. kalo gw berpikir dari segi sutradara, ya emang jelas ngga mungkin gw ilangin, secara tu robot adalah icon film sebelumnya. gw yakin sutradaranya juga mati-matian buat ngga begitu nonjolin tu robot tengil..

dari lima bintang, cuma tiga laah..

December 19, 2008 Posted by reginaphoenix | Uncategorized | | 2 Comments

Jangan Rusak Baliku…

weeeits…baru balik lagi nulis blog..padahal ada beberapa ide yang lewat belakangan ini, tapi ngga aku tulis..yaa..biasa laah…males ke warnet, karena belakangan baru keluar kota..naah, akhirnya aku kembali lagi ke dunia nyata..Jakarta ku yang kucintai ini…

Hehehe..kebetulan aja sebenarnya SBY lagi kurang kerjaan bikin Bali Democracy Forum di Nusa Dua Bali, dia manggil Perdana Menteri Australia, Raja Brunei Darussalam ama Presiden Timor-Timur serta dubes2 lainnya buat ngumpul di Grand Hyatt Bali untuk ngomongin bagaimana sebaiknya demokrasi dijalankan di negara-negara Asia Pasifik..

Kebetulan juga akhirnya tue forum bikin Institute for Peace and Democracy yang digawangi Unud untuk ngegodok semua ide yang muncul di forum tersebut. Kalo ngga gitu, ngga bakalan liputan dah kesana..hitung-hitung pulang kampung kan??

Well, nyampe sana, udara bersih yang bercampur wangi dupa mengingatkanku pada semua kenangan yang pernah ada ketika kurang lebih menghabiskan 8 tahun hidupku disana. Cuma sayang setahun aku tinggalkan, Bali semakin ramai..dulu aku mengalami kemacetan hanya karena upacara ngaben atau upacara lainnya sehingga pecalang harus menutup jalan. Tapi ketika itu, betapa kecewanya aku karena dari bandara sampai ke bekas kampusku (karena ngga langsung pulang ke rumah), aku mengalami berkali-kali kemacetan..

sempat kutanya teman baikku, Lenyot, ada apa dengan Bali, dia hanya menjawab satir, semua orang datang ke Bali dan berlomba-lomba untuk merusaknya, dia menyuruhku membuktikan sendiri dengan melihat Dreamland saat ini. Waah..sebegitu burukkah, pikirku..

Karena sangat familiarnya aku dengan pulau indah ini, akhirnya keesokkan harinya aku seorang diri ke Dreamland untuk membuktikan ucapan Lenyot..dan ternyata benar, Dreamland yang dulunya adalah daerah yang sulit diakses sekarang dengan lancar kendaraan bisa masuk kesana. Dreamland yang dulunya hanya diketahui orang2 yang ingin surfing karena ombaknya yang gahar, sekarang menjadi tempat hiburan yang paling mantap. Dreamland yang dulunya enak untuk dijadikan tempat melarikan diri sekarang sudah tidak bisa lagi. berbagai restoran, vila, diskotiuk, dan juga tempat2 memanjakan diri seperti Spa, cottage dan lainnya, ngejaglek disana..

mana Dreamlandku yang dulu? Dreamland yang ketika aku memaksakan motorku turun kesana, akhirnya aku berakhir dengan luka2 bekas karang..Dreamland yang dulu harus berjalan kaki untuk menikmati indah karangnya, Dreamland yang dulu masih banyak tukang lumpia berkeliaran…sudah tidak ada…well, Lenyot benar. Pembangunan terjadi di mana-mana
2670307624_cf874f438d

2669487483_106a9e80c0

ini foto-foto yang pembangunannya masih belum selesai..memang, waktu berdiskusi dengan teman-teman pers mahasiswa Akademika Universitas Udayana, mereka menyayangkan. karena di satu sisi, Bali di puja, Bali di elu-elukan sebagai pulau di Indonesia yang terkenal di kelas internasional. Tetapi di sisi lain, Bali juga di rusak. Berbagai pihak merusak Bali..

pemerintah daerah sendiri mengijinkan pembangunan di mana-mana, apalagi dengan adanya pelarangan gedung tinggi. Di Bali ada peraturan daerah yang menyebutkan bahwa tinggi gedung tidak boleh lebih dari 10 meter. Hal ini membuat pembangunan melebar, sehingga akan menghabiskan lahan-lahan yang dulunya dipakai untuk fungsi lain..sedangkan masyarakatnya sendiri juga dengan mudahnya melepaskan tanah yang mereka punya untuk dijual kepada para developer yang akan menggunakan tanah tersebut untuk keperluan bangunan atau lainnya.

Lama-kelamaan Bali akan punah dan hanya berakhir sebagai pulau yang over expose dan kehilangan keindahannya. Setelah itu manusia-manusia yang merusak pulau ini akan meninggalkannya dan mulai mencari lahan lain untuk dirusak. Sudah cukup..jangan rusak Baliku, aku masih ingin menghirup udara bersih yang bercampur dupa itu…

jangan rusak Baliku…

December 17, 2008 Posted by reginaphoenix | iseng aja | | No Comments Yet

Hey Boz!!!!! What Do You Want From Me??

everything that i’ve done never seems right for ya!! what actually do you want from me bozz??i just feel i’ve had enough!! every writing that i’ve done seems to be wrong for you!! you make me think that you hate me so..give me a time to learn..you always give a fuckin’ rude words to me…what do you want from me!!!!!! i hate you!!!!

December 3, 2008 Posted by reginaphoenix | iseng aja | | 1 Comment

Al-Azhar Indonesia Foundation, Serving High Quality Education Basic on Islam Principles

al-azhar-indonesia

Previously, some people thought putting their children in the Islamic school is not as good as when they put their children in a public school. But now, parents should not worry anymore. Al-Azhar Indonesia Foundation promising the best quality with Islam as the basic of teaching. By Rahma Regina

After 48 years away from the day it was established, Al-Azhar Indonesia foundation has grown from one big mosque which accommodate people who want to learn about Islam into a reliable center of excellence with 32 Kindergartens, 31 Elementary Schools, 18 Junior High Schools and six Senior High Schools. Al-Azhar Indonesia Foundation also own about half of shares in Al-Azhar Indonesia University.
“People now believe that education basic on Islam principles can also provide the best quality education which is usually provided by public schools. In this foundation we are not teaching about Islam principles only, we also give the international standard of education, even better compared with other public schools,” says Hariri Hady, the chief of Al-Azhar Indonesia Foundation.
Thus, the foundation is trying to serve modern Islam education system which combines the science and technology with faith. Hariri said that Indonesia needs educated people with good morals, so that they can build this country into the better condition. That is why, Al Azhar foundation keep telling to the society that education based on Islam values is better than ordinary formal education. The reason is because in this system, students are taught about how to act in society basic on Islam after they had graduated.
Hariri is sure that Al-Azhar Indonesia foundation has implant good morals into every student that had studied in this place. “Al-Azhar Indonesia foundation had succeeded in making a good system and I’m quite sure this foundation had served the best education.” But even they had improved the foundation into this huge education center, it is not stopped there. Not enough with building education institution by their own budget, Al-Azhar foundation also allowed other foundation to cooperate with them and makes some kind of branch schools of Al-Azhar.
As an effort to further boost its education system, Al-Azhar Indonesia foundation has now developed some partnership with 25 other foundations. To name the education institution with “Al-Azhar”, these foundations had to complete the conditions from Al-Azhar Indonesia. The conditions include the standard of buildings, facilities and minimum capital of the foundation. Al-Azhar will give the lesson to their teachers about how to educate students with its system. In that way other foundation can give education in the same quality with Al-Azhar. As the repayment, those foundations had to give 10% of the schools’ profit.
“We still trying to build other schools under our own foundation, but we welcome other foundation who want to use our name and give the same system as we did. But they had to pay the license,” says Hariri. However, the main purpose in expanding Al-Azhar is not the profit. He told CampusAsia that the real purpose is the the expansion of modern Islam education system which can make the youngsters become better and better.
Until now, the total of the students under Al-azhar foundation are about 30.000 person and 1.600 teachers. The schools are spread into six provinces (Jakarta, West Java, Middle Java, East Java, West Borneo and Wet Sumatera) and 21 cities (South Jakarta, West Jakarta, East Jakarta, Bekasi, Tangerang, Serang, Sukabumi, Cibinong, Tasikmalaya, Cigombong, Serang, Cianjur, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Semarang, Cilacap, Salatiga, Surabaya, Pontianak and Padang).
Hariri explains what makes Al-Azhar different with other education institution is the willing in creating good moral and religious generation. “We are balancing science, technology and faith in Islam. Frankly to say, Islam principles support the improvement in science and technology. So, it shouldn’t obstruct the production of educated and high quality human.”
Unfortunately, religion education in public schools is not as complete as in Al-Azhar schools. In the other hand parents are starting to become worried about their children environment. They need education with the best quality in science and technology but also give moral education. So that, their children are not only become the smart people but they also had good morality in every action.
This phenomenon had to be considered by the government of Indonesia. This far, education in Indonesia only concerned about the subject of learning. Moreover government published the rules that every student had passed the national examination. “What I’m worried about is, every school only paid attention to the subject in that national examination, so that moral educations are neglected.”
Hariri explains that what government had to do is not only focus on the subject of learning, but they had to execute education in a holistic way. “What is important right now is not only English, Indonesian language and math. Students also need moral and religion education for their soul,” he says.
When CampusAsia asked Hariri about the relation with Al-Azhar University in Kairo, Egypt, he takes a long breath. He said that many people had a wrong perception about the conection between Al-Azhar Indonesia with Al-Azhar Kairo in fact Al-Azhar Indonesia has nothing to do with Al-Azhar University in Kairo, Egypt. “We are separated and there is no connection between us. That is why we had a name Al-Azhar Indonesia not Al-Azhar only,” says Hariri.
Al-Azhar Indonesia is established in 1961. At that time, Buya Hamka invites the rector of Al-Azhar University of Kairo, Syaikh DR. Mahmud Syalthout to the big mosque. Then, Syaikh DR. Mahmud Syalthout asked Hamka to name that mosque with Al-Azhar. In the improvement, this mosque becomes the center of education until now as Al-Azhar Indonesia foundation.

December 2, 2008 Posted by reginaphoenix | Uncategorized | | No Comments Yet

Pemerintah bikin Bicycle Line Tahun Depan, Solusi atau Masalah???!!

biscycle-line

Pemerintah Indonesia akhirnya akan merealisasikan pembangunan bicycle line atau jalan untuk para pengemudi sepeda gayung tahun depan. Jalur sepeda yang sepanjang 11 km ini menghubungkan taman Monas hingga ke Blok M. Kepala KTBG (Kantor Tata Bangunan Dan Gedung) DKI, Ery Basworo mengatakan bahwa pembangunan jalur sepeda ini sangat bagus karena menghabiskan budget yang tidak terlalu besar. “Jalur sepeda ini juga akan mendorong orang-orang untuk bekerja dengan memakai sepeda. Mudah-mudahan akan mengurangi polusi udara di Jakarta,” ujarnya.

Lebar jalur sepeda tersebut adalah 1 meter, dan letaknya di tempat trotoar yang sudah ada saat ini hanya saja diperlebar lagi. jalur tersebut hanya diperuntukkan para pejalan kaki dan pengemudi sepeda. “tidak akan ada pembangunan besar-besaran karena sudah ada trotoar sebelumnya,” tambah Ery. Pemerintah akan melibatkan komunitas sepeda, LSM, dan pemilik gedung untuk mendukung proyek ini. Dia mengatakan memang sudah ada anggaran dari pemerintah untuk menyelesaikan proyek tersebut tetapi pemerintah masih memerlukan partisipasi dari masyarakat terutama dari klub sepeda dan pemilik gedung.

Pemilik gedung sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin akan diminta untuk merenovasi trotoar yang ada di depannya dan diminta untuk mengalokasikan lahan sedikit agar bisa dibangun jalur sepeda tersebut. sumber: Jakarta Globe

nah, pertanyaan besarnya sekarang adalah, apakah pembangunan ini akan menjadi solusi apa malah menjadi suatu masalah? oke, saya adalah salah satu pengendara motor yang secara aktif bolak-balik di sekitar jalan Sudirman dan Thamrin. Pada kenyataannya di lapangan, trotoar yang ada di jalan tersebut pasti dipakai oleh pengendara motor. Selain itu banyak yang dagang, entah otak2, mpek2, minuman ama yang laen. intinya trotoar yang ada sekarang itu lebih banyak digunakan pengendara motor, saking banyaknya motor. Apalagi jam2 macet kaya pagi dan sore. Nah, kalau trotoar itu dijadiin bicyle line, yang jelas itu merupakan keuntungan bagi pengendara motor, karena nanti kan akan lebih nyaman ngambil jatah jalur sepeda itu. hehehehe..yakin dech, jalur ini malah jadi jalur motor. Para pemakai sepeda ama pejalan kaki tetep aja terpinggirkan..emang bisa apa mendorong orang2 untuk memakai sepeda ke kantor? mental orang indonesia ini kan begitu, punya kendaraan pribadi yang bisa dipakai untuk pamer, kenapa harus pakai sepeda ke kantor?? walaupun udah ada klub sepeda, tapi mereka juga make sepeda di weekend doank. duuuh..yang pasti macet tetep aja jasi momok di Jakarta…

December 2, 2008 Posted by reginaphoenix | Taukah kamu??? | | No Comments Yet