Zuhal, Profesor yang “Menjual” Pendidikan
Hari ini saya bertemu dengan Bapak Zuhal, Rektor Universitas Al-Azhar. Cukup lama waktu yang harus saya lewati dengan menunggu di ruangan sekretarisnya karena dia sedang rapat pada saat itu. Pak Ridwan, sang sekretaris mengatakan bahwa dia harus melayat karena ada guru besar yang meninggal dunia. Waktu Pak Ridwan mengatakan hal itu, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Gosh..aku pikir ngga mungkin aku bisa wawancara ama dia kalo kaya gini..
Tapi ternyata ngga tuch. pas pukul setengah 2 siang, Pak Zuhal selesai rapat, tapi dengan ramahnya dia menyambut aku dan menggiringku ke dalam kantornya. Walaupun dalam kondisi sibuk bukan main, dia mengatakan wawancaranya santai aja ngga perlu buru-buru. Alhasil saya berhasil mewawancarai dia hingga kurang lebih satu jam.
yang unik dari Bapak yang satu ini, dia menganggap bahwa pendidikan memang tidak murah, maka dari itu pendidikan memang harus dikelola seperti layaknya perusahaan. Maka dari itu universitas Al-Azhar punya tagline “interpreneur university”. Maksudnya adalah, universitas ini dikelola seperti layaknya sebuah perusahaan. Jadi universitas itu dimiliki oleh para pemegang saham yang terdiri dari yayasan, individual dan pendonor. Namun yang jelas pengelolaan ini bukan berarti berorientasi pada keuntungan. maka dari itu setiap keuntungan digunakan untuk kemajuan pendidikan (klise banget ya book!)
tapi boleh laaah..pemikiran-pemikiran kaya gini nie, yang menurut saya harus ditanamkan kepada penduduk Indonesia. Untuk menjadi pintar tidaklah murah, jadi jika ingin mendapatkannya maka harus mencari jalan untuk mencari duit supaya bisa dapet pendidikan. Hal ini menurut profesor Zuhal ngga bener juga, untuk orang-orang yang benar benar ngga mampu itu seharusnya urusan pemerintah. Jadi, universitas-universitas yang ada sekarang seharusnya bisa mandiri, nah dana yang dialokasikan kepada universitas itu baru diberikan kepada yang ngga mampu. Biar ngga salah sasaran.
selama ini orang2 indonesia malah menginginkan pendidikan semurah-murahnya ampe kalo bisa gratis. Ini kan ngga bener. kalo setiap universitas dikasie subsidi, maka yang menikmati itu orang2 yang mampu juga. pada akhirnya malah manja, mereka ngga tau seberapa besar sebenarnya harga yang harus mereka bayar untuk pendidikan tersebut.
Untung saja ada orang seperti Pak Zuhal ini, yang mendirikan universitas Al-Azhar dengan berusaha mencari rekanan untuk pengelolaan kampusnya, bukannya menggantungkan ke pemerintah lagi – pemerintah lagi..akibatnya kan universitas ini hanya dihuni ama orang2 tajir. tapi ternyata ngga juga, dia juga mengalokasikan beasiswa khusus buat orang2 yang tidak mampu. Jadi, sebenarnya Indonesia ini harus mandiri biar jangan menyalhkan pemerintah doank. Otak-otak pecundang yang hanya ingin diurusin bukannya berdiri sendiri dan cari akal agar semua bisa berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah.
Zuhal mengatakan jika hal ini dipertimbangkan sebagai komersialisasi pendidikan maka hal itu salah, karena orientasinya bukan pada keuntungan, tapi peningkatan kualitas lulusan mahasiswanya. Hal ini lah yang mencegah AUaI menjadi kampus yang menjual pendidikan
1 Comment »
Leave a comment
-
Recent
- akhirnya gw bisa bikin blog lageee…
- kangen blog gw
- Gawaaat!!!!
- The Day the Earth Stood Still, Cocok Buat yang Cinta Lingkungan
- Jangan Rusak Baliku…
- Hey Boz!!!!! What Do You Want From Me??
- Al-Azhar Indonesia Foundation, Serving High Quality Education Basic on Islam Principles
- Pemerintah bikin Bicycle Line Tahun Depan, Solusi atau Masalah???!!
- Hukuman Mati Untuk Para Koruptor, pantaskah?
- Astagfirullah, 9/11 versi mumbai..
- Jakarta People, Becareful When You Want to Take A Bus!
- Zuhal, Profesor yang “Menjual” Pendidikan
-
Links
-
Archives
- August 2009 (1)
- May 2009 (1)
- December 2008 (6)
- November 2008 (5)
- September 2008 (2)
- August 2008 (4)
- April 2008 (6)
- March 2008 (2)
- February 2008 (5)
- December 2007 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

nama saya juga zuhal…hehehe…