Reginaphoenix’s Weblog

Cuma Orat Oretnya Seorang Regin

Seni diatas Panggung Bus Kota

“Kami bercinta di samping pengemis yang kelaparan!

kami bercinta di atas rumah-rumah reot yang terancam digusur!!

kami memelihara perut buncit kami sambil mendengar teriakan cacing di perut orang-orang yang tidak makan selama dua hari!”

itulah sepenggal puisi yang dipentaskan di panggung bus kota oleh salah satu seniman jalanan Asep. Di tengah-tengah penampilannya ia disela oleh penumpang yang berebut tempat duduk.

sesekali ia mengucapkan “Silahkan Pak, dibelakang masih kosong,” kemudian ia lanjutkan penampilannya.

Pria yang berumur sekitar 20-30 tahun itu memberikan penampilan yang sangat optimal. Dalam puisinya ia menyuarakan kemiskinan Indonesia yang sudah muak dengan harapan-harapan penjabat negara.

“Mungkinkah puisiku sama dengan orang-orang buncit di atas sana, yang hanya memberikan harapan-harapan tengik kepada rakyat miskin?

maaf kalau puisi ini hanya sebatas wacana menyegarkan di antara para penumpang,

ternyata saya tidak ada bedanya dengan tikus-tikus tak tau diri itu!!

aku menangisss…

menangis tanpa air mata…”

penampilan Asep ditutup dengan nyanyian sinden yang kalau tidak salah berarti telah habisnya harapan di atas dunia.

Karena saya baru dua minggu ada di Kota sakit ini, saya dibuat terkagum oleh seniman ini. Inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa saya sangat suka memakai bis kota yang pengap dan berjubel. Karena saya akan menemukan seniman-seniman hebat dalam bus ini.

Asep termasuk seniman yang saya kategorikan hebat, penggalan-penggalan puisi itu hanyalah sedikit dibandingkan penampilannya yang memakan durasi hingga setengah jam.

wajahnya yang ekspresif serta gestur tubuhnya yang sangat menunjukkan keoptimalan ia bertheatre membuat beberapa penumpang terganggu. ah, saya pikir mungkin karena mereka terlalu terbiasa melihat karya seni ini. tetapi beribu-ribu kali saya melihat teather saya tidak akan bosan. apa karena mereka melihat asep hanya pengemis yang kurang kerjaan teriak-teriak tentang politik? aaah, saya tidak perduli yang jelas saya sangat menikmati pertunjukkan tersebut. Yang saya lihat adalah seniman dengan pemikiran philosophi yang mendalam serta ekspresi yang all out membuat dia akan saya kenang.

March 7, 2008 Posted by reginaphoenix | iseng aja | | No Comments Yet

Merasakan Dunia Baru, Dunia Dengan Hanya 1 Warna: Abu – Abu

jakarta.jpg

Bukan abu-abunya rok SMA yang aku maksud, tetapi abu-abunya dunia yang aku alamin saat ini. Dunia yang penuh dengan hal-hal yang tidak sehat dan dunia yang penuh dengan malaikat bertanduk.

Mungkinkah aku keterlaluan dalam menggambarkan hal ini? ah, tidak juga untuk ukuran seorang regina yang ngabisin sebagian besar hidupnya di Bali.

saat ini dunia yang sebelumnya dunia senang-senang berubah 360 derajad ketika mencoba merambah ke dunia abu-abu ini.

tidak, bukan dunia kelam, bukan dunia hitam hanya dunia abu-abu yang membutuhkan daya tahan dan kegigihan mental.

tidak tertutup kemungkinan aku terpeleset ke dunia hitam..tapi agak berat kalau mau ke dunia putih..mungkin abu-abunya terlalu pekat hampir menjadi warna hitam.

disini semua serba abu-abu. ketika berbagai macam orang masuk ke bus untuk mendapatkan uang 500 atau 1000 rupiah. syukur-syukur kalo bisa lebih.

orang-orang dengan berbagai tingkah laku. Pengamen dari yang suaranya bak sting, penyanyi internasional yang suaranya lezat untuk di dengar hingga yang nyanyi ngasal sampai lebih jelek dibandingkan suara kucing buduk yang dilemparin ama tetangga karena menyanyi malam hari, semuanya mampir di bus kota.

bus kota juga jadi media dakwah buat beberapa orang. kadang sudah ngga jelas apa yang mereka bicarakan karena tujuannya memang cuma mencari sedekah..

haaah…dunia macam apa ini??

gedung-gedung bertingkat bersanding dengan rumah-rumah jelek lengkap dengan penghuninya yang kudisan. hampir mirip lah sama kucing buduk tadi.

tempat duduk bersebelahan di kantor juga tidak membuat orang-orang ini bisa berkomunikasi dengan baik. bahkan kita tidak kenal satu sama lain…

aku berada diantara orang-orang marah..

 marah atas hilangnya hati mereka..

marah atas hilangnya simpati mereka..

marah atas perginya kepolosan mereka…

dunia ini lah yang aku tempati sekarang…

dunia ini lah yang dinamakan ibu kota….

March 2, 2008 Posted by reginaphoenix | iseng aja | | No Comments Yet